LAPORAN
PRAKTIKUM PENGINSTALAN,
PENGKABELAN,
KONFIGURASI, DAN PENYELESAIAN
(DEBIAN
SERVER)
DISUSUN
OLEH :
Nama : Leni Cahyani ( 16 )
Kelas : XI TKJ 2
NIS : 056780
SMK
NEGERI 1 BINANGUN
PROGRAM
STUDI KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER
DAN INFORMATIKA
KOMPETENSI
KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
TAHUN
PELAJARAN 2016/2017
1. ALAT DAN BAHAN
1.Pc
2.Crimping tool
3.Gunting
4.Konektor Rj 45
5. Kabel UTP
6. DVD 1 Debian 8
7.DVD 2 Debian 8
1.Pc
2.Crimping tool
3.Gunting
4.Konektor Rj 45
5. Kabel UTP
6. DVD 1 Debian 8
7.DVD 2 Debian 8
2.
DASAR
TEORI
A. MENGENAL TEKS EDITOR VIM
Sistem Linux menyimpan info-info konfigurasi dalam file-file teks.
Untuk mengubah konfigurasi kita harus mengedit isi file-file teks ini. Karena
itu satu komponen utama yang penting dipelajari adalah aplikasi-aplikasi editor
teks yang tersedia di sistem Linux. Aplikasi editor teks sendiri tersedia
sangat banyak, bahkan banyak pemrogram free software yang menulis aplikasi
editor teks sebagai sarana berlatih menulis program. Salah satu aplikasi editor
teks yang banyak digunakan oleh pengguna Linux adalah Vim. Vim merupakan editor
teks yang sangat powerful, bahkan dapat dikatakan sebagai salah satu yang
paling dihormati diantara berpuluh-puluh aplikasi editor teks yang tersedia
karena berbagai keunggulannya. Vim sendiri merupakan pengembangan dari editor
teks vi, yang merupakan editor teks klasik dengan sejarah hampir sama tuanya
dengan sejarah Unix sendiri. Vim merupakan editor teks yang bersifat modus,
artinya editor akan memiliki perilaku yang berbeda sesuai dengan mode yang
sedang aktif saat itu. Pada vim terdapat tiga mode,
yaitu :
yaitu :
1. Mode Normal (Mode Command)
Digunakan untuk mengetikkan perintah – perintah vim. Mode normal
merupakan mode default yang aktif saat vim dijalankan. Untuk mengaktifkan mode
normal tekan tombol esc, sampai baris status di pojok kiri tidak
menampilkan teks INSERT ataupun VISUAL.
2. Mode
Instert
Digunakan
untuk mengubah atau menulis isi file yang sedang diedit. Untuk mengaktifkan
mode insert tekan tombol A atau I atau Insert.
3. Mode
Visual
Digunakan
untuk menandai/isi file yang diinginkan, yang nantinya akan di copy
atau di cut ke lokasi/file lain. Untuk mengaktifkan mode visual tekan tombol V.
atau di cut ke lokasi/file lain. Untuk mengaktifkan mode visual tekan tombol V.
Pada jendela aplikasi
vim, baris paling bawah merupakan baris status yang menampilkan berbagai
informasi, seperti mode yang sedang aktif, nomor baris dan kolom dimana kursor
berada. Informasi mode aktif akan ditampilkan pada bagian pojok kiri bawah
aplikasi vim. Misalnya saat mode insert aktif, pada pojok kiri bawah akan
tampil teks INSERT. Saat mode visual aktif, pada pojok kiri bawah akan tampil
teks VISUAL. Saat mode normal aktif, pada pojok kiri bawah tidak menampilkan
teks informasi apapun (kosong).
Perintah –
perintah dalam vim :
B.
DNS SERVER
Dns adalah
bentuk database yang terdistribusi, dimana pengelolaan secara local
terhadap suatu data akan segera diteruskan ke seluruh jaringan dengan menggunakan
skema client-server.
Suatu program yang dinamakan
name server, mengandung semua segmen informasi dari database dan juga merupakan
resolver bagi client yang berhubungan ataupun menggunakannya.
Struktur dari database dns bisa di ibaratkan dengan struktur file dari sebuah system operasi linux. Seluruh database digambarkan sebagai sebuah struktur terbalik dari sebuah pohon (tree) dimana pada puncaknya disebut dengan root node. Pada setiap node dalam tree tersebut mempunyai keterangan misalnya .org, .com, .edu, .net, .id dan lainnya, yang relative terhadap puncaknya ini bisa diibaratkan dengan relative pathname pada system file linux, seperti pada directory /bin, /usr, /var, /etc, dll. Pada puncak rooot node dalam sebuah system dns dinotasikan dengan “.”Atau "/” pada system file linux.
Pada setiap node juga merupakan root dari subtree, atau pada system file linux merupakan root directory pada sebuah direktori. Hal ini pada system dns disebut dengan nama domain. Pada tiap domain juga memungkinkan nama subtree dan bisa berbeda pula, hal ini disebut subdomain atau sub directory pada sistm file linux. Pada bagian subdomain juga memungkinkan adanya subtree lagi yang bias dikelola oleh organisasi yang berbeda dengan domain utamanya.
Bind sebagai server dns
Bind (barkeley internet name domain) adalah salah satu aplikasi server dns yang menjadi default aplikasi dns dalam semua distribusi linux. Paket bind berisi program server dns yang bertanggung jawab dalam merespon pernyataan client dns. Dalam penggunaan dns paket bind biasanya di iringi dengan paket dnsutils yang berfungsi sebagai tools yang digunakan dalam pengecekan dns.
Struktur dari database dns bisa di ibaratkan dengan struktur file dari sebuah system operasi linux. Seluruh database digambarkan sebagai sebuah struktur terbalik dari sebuah pohon (tree) dimana pada puncaknya disebut dengan root node. Pada setiap node dalam tree tersebut mempunyai keterangan misalnya .org, .com, .edu, .net, .id dan lainnya, yang relative terhadap puncaknya ini bisa diibaratkan dengan relative pathname pada system file linux, seperti pada directory /bin, /usr, /var, /etc, dll. Pada puncak rooot node dalam sebuah system dns dinotasikan dengan “.”Atau "/” pada system file linux.
Pada setiap node juga merupakan root dari subtree, atau pada system file linux merupakan root directory pada sebuah direktori. Hal ini pada system dns disebut dengan nama domain. Pada tiap domain juga memungkinkan nama subtree dan bisa berbeda pula, hal ini disebut subdomain atau sub directory pada sistm file linux. Pada bagian subdomain juga memungkinkan adanya subtree lagi yang bias dikelola oleh organisasi yang berbeda dengan domain utamanya.
Bind sebagai server dns
Bind (barkeley internet name domain) adalah salah satu aplikasi server dns yang menjadi default aplikasi dns dalam semua distribusi linux. Paket bind berisi program server dns yang bertanggung jawab dalam merespon pernyataan client dns. Dalam penggunaan dns paket bind biasanya di iringi dengan paket dnsutils yang berfungsi sebagai tools yang digunakan dalam pengecekan dns.
C.
DHCP-SERVER (Dynamic Host Configuration Protocol)
DHCP (Dynamic Host
Configuration Protocol) adalah protocol yang berbasisi arsitektur client-server
yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat ip dalam satu jaringan.
Sebuah jaringan local yang tidak menggunakan dhcp harus memberikan alamat ip
kepada semua computer secara manual. Jika dhcp dipasang di jaringan local maka semua
computer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat ip secara otomatis
dari serverdhcp. Selain alamat ip banyak parameter jaringan yang dapat
diberikan oleh dhcp, seperti default gateway dan dns server.
Cara kerja DHCP
Karena dhcp merupakan sebuah protocol yang menggunakan arsitektur clientserver, maka dalam dhcp terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client.
Cara kerja DHCP
Karena dhcp merupakan sebuah protocol yang menggunakan arsitektur clientserver, maka dalam dhcp terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client.
Ø DHCP
SERVER merupakan sebuah mesin yang menjalankan
layanan yang dapat menyewakan alamat ip dan informasi TCP/IP lainnya kepada
semua klien yang memintanya. Beberapa system operasi jaringan seperti windows
NT, Windows 2003 Server, GNU/Linux memiliki jaringan seperti ini.
Ø DHCP
CLIENT merupakan mesin klien yang menjalankan
perangkat lunak klien dhcp yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi
dengan dhcp server. Sebagian besar sistem operasi klien jaringan sudah memiliki
perangkat lunak seperti ini.
3.
LANGKAH
KERJA
1. MEMBUAT KABEL CROSS
a.
Potonglah ujung
kabel UTP sehingga rata, lalu kupas bagian luar kabel / jaket pelindung kabel
kira-kira sepanjang 2 cm dengan menggunakan pengupas kabel
yang biasanya ada pada crimping tool (bagian yang memiliki setengah lingkaran dan 1 bilah seperti silet dibagian seberangnya).
yang biasanya ada pada crimping tool (bagian yang memiliki setengah lingkaran dan 1 bilah seperti silet dibagian seberangnya).
b.
Uraikan secara
berurutan pasangan-pasangan kabel tersebut.
c.
Pisahkan dan
kelompokkan empat pasang anak kabel yang ada
d.
Pisahkan dan
kelompokkan empat pasang anak kabel yang ada. Susun kabel sesuai dengan
keperluan. Untuk ujung kabel A dengan susunan standar untuk kabel straigh dan
ujung B dengan susunan standar kabel
Cross. Tarik sedikit semua kabel yang telah dikupas sementara tangan
yang satu lagi memegang bagian kabel yang tidak terkupas. Kemudian susun
kembali dengan cara memelintir dan membuka lilitan pasangan kabel. Pertama kita
akan susun kabel ujung A.
e.
Rapikan susunan
kabel dengan cara menekan bagian yang dekat dengan pembungkus kabel supaya
susunan kabel terlihat rata.
f.
Potong
ujung-ujung kabel yang tidak rata dengan pemotong kabel (bagian yang hanya
memiliki satu buah pisau dan satu bagian lagi datar pada crimp tool adalah
pemotong kabel) sampai rapi. Usahakan jarak antara pembungkus kabel sampai ujung kabel tidak lebih dari 1cm.
g.
Dengan
tetap menekan perbatasan antara kabel yang terbungkus dan kabel yang tidak
terbungkus, coba masukan kabel ke konektor RJ-45 sampai ujung-ujung kabel terlihat dibagian depan konektor RJ-45.
Kalau masih belum coba terus ditekan
sambil dipastikan posisi kabel tidak berubah.
h.
Setelah yakin
posisi kabel tidak berubah dan kabel sudah masuk dengan baik ke konektor RJ-45 selanjutnya masukan konektor RJ-45
tersebut ke crimp tool untuk di
pres. Ketika konektor dalam kondisi di dalam crimp tool, pastikan kembali kabel
sudah sepenuhnya menyentuh bagian RJ-45 dengan cara mendorong kabel ke dalam
RJ-45. Pastikan juga bahwa bagian pembungkus kabel sebagian masuk ke dalam konektor RJ-45.
i.
Kemudian anda bisa menekan crimping tool
sekuat tenaga supaya semua pin RJ-45 masuk dan menembus pelindung kabel UTP
yang kecil.Apabila kurang kuat menekan kemungkinan kabel UTP tidak tersobek
oleh pin RJ-45 sehingga kabel tersebut tidak konek. Apabila pembungkus bagian
luar tidak masuk kedalam konektor RJ-45, dan apabila kabel tersebut sering
digerak-gerakan, kemungkinan besar posisi kabel akan bergesar dan bahkan copot.
j.
Ujung kabel A
sudah selesai.
k.
Lakukan
langkah-langkah di atas untuk ujung kabel B tetapi dengan urutan kabel Cross.
l.
Apabila sudah
yakin memasang kabel UTP ke RJ-45 dengan kuat selanjutnya
adalah test dengan menggunakan Cable Tester untuk memeriksa fungsionalitas
dan kualitas kabel yang barusan dibuat jika berhasil maka indikator lan terter akan menyala dengan kode 3, 2 – 6, 3 – 1, 4 – 4, 5 – 5, 6 – 2, 7 – 8, 8
adalah test dengan menggunakan Cable Tester untuk memeriksa fungsionalitas
dan kualitas kabel yang barusan dibuat jika berhasil maka indikator lan terter akan menyala dengan kode 3, 2 – 6, 3 – 1, 4 – 4, 5 – 5, 6 – 2, 7 – 8, 8
m.
Crimping
Selesai.
2.
INSTALASI DEBIAN
8. X (JESSIE)
-
Lakukan booting dari CD-DVD ROM drive sebagai First Boot device
-
Masukan CD/DVD
installer Debian Squeeze
kedalam CD-DVD-ROM drive
-
Save dan exit

-
Berikutnya
anda akan diminta pemilihan bahasa untuk proses
instalasi, silahkan pilih
bahasa yang anda inginkan kemudian ENTER

-
Pilih ya untuk konfirmasi bahasa yang dipilih

-
Berikutnya
adalah pemilihan
country atau area anda
berada, karena kita berada di indonesia pilih Indonesia
![]() |
-
Kemudian
pemilihan jenis keyboard

-
Ketika Sedang Konfigurasi DHCP tekan ENTER untuk
membatalkan. Karena akan mengkonfigurasi Ip Address secara manual

-
Pilih Jangan
Mengatur Jaringan Saat Ini

-
Berikutnya
adalah pemberian nama hostname

-
Setelah Pemberian Nama Hostname, Masukan
kata sandi dan verifikasi kata sandi
-
Masukan Nama Pengguna Baru

-
Masukan kata sandi untuk pengguna baru
-
![]() |
Pilih zona waktu
-
![]() |
Motede Partisi Pilih Manual
-
![]() |
Pilih Harddisk yang akan di partisi
-
![]() |
Konfirmasi tabel yang akan dipartisi
-
![]() |
Enter pada ruang kosong, Kemudian Klik Buat Partisi Baru
-
![]() |
Untuk Partisi pertama kita buat untuk titik kait / (root) , Pilih Primer -> Lokasi Partisi Awal
-
![]() |
Pastikan titik kait benar, Selesai Menyusun Partisi
-
Untuk partisi selanjutnya ukuran partisi menyesuaikan.
Untuk partisi selanjutnya titik kait ubah menjadi /home
-
![]() |
Selanjutnya untuk partisi ruang swap
-
Pada Bagian Gunakan Sebagai ganti menjadi ruang swap

-
Jika sudah semua tekan Enter pada Selesai mempartisi dan tulis perubahan kehard disk

-
Tulis Perubahan yang terjadi pada hardisk pilih YA
-
Setelah Itu biarkan proses berjalan



-
Pada bagian
dibawah ini centang semua dengan menekan space (spasi) dikeyboard sehingga
tidak ada yang tercentang



3.
KONFIGURASI
A.
MENGGUNAKAN TEKS
EDITOR VIM
Karena disaat menginstall debian tidak disertakan teks editor vim,
maka anda harus
menginstallnya terlebih dahulu. Berikut cara memasang teks editor vim:
menginstallnya terlebih dahulu. Berikut cara memasang teks editor vim:
Untuk Paket VIM tersedia di DVD-1
- Masukan DVD-2 Dengan Cara :
root@debiankelompok4~# apt-cdrom add
- Perintah untuk Menginstal vim :
root@debiankelompok4~# apt-get install
vim
- Konfigurasi VIM
root@debiankelompok4~# vim
/etc/vim/vimrc
Hilangkan tanda # didepan syntax on 

-
SIMPAN DAN KELUAR ( :wq )
-
B. Konfigurasi Network
Semua
peralatan yang terhubung ke jaringan computer, membutuhkan alamat
khusus yang disebut Ip Address. Agar semua peralatan tersebut dapat berhubungan
satu sama lain. Oleh sebab itu, Network Interface Card tidak akan berarti
apa-apa, jika Ip Address pada interface tersebut tidak diset terlebih dahulu.
Untuk mengeset ip address gunakan beberapa langkah berikut:
a. Konfigurasi
File Network Interface
root@debiankelompok4~# vim /etc/network/interfaces
#Melakukan Konfigurasi secara manual untuk
interface ethernet

Perhatian : Nilai ip address dan temannya disesuaikan dengan kondisi. Ip
addr, netmask, gateway, dan broadcast harus dalam satu jaringan.
b. Simpan Lalu Restart Network
root@debiankelompok4~# /etc/init.d/networking restart
c. Pengecekan
root@debiankelompok4~# ifconfig
C.
Instalasi DNS di
Debian
4. Install
paket dns dengan menggunakan perintah
root@debiankelompok4~# apt-get install bind9 dnsutils
5. Konfigurasi
Bind9
Dalam konfigurasi bind9 ada tiga jenis file yang harus kita
konfigurasi, yaitu :
a.
Konfigurasi
file server bind9
Pada distro debian, file konfigurasi bind terletak di directory “/etc/bind/”. File utama bind9 secara default sudah terkonfigurasi sebagai dns cache (resolver) pada waktu instalasi bind9 dengan nama named.conf .untuk membuat dns server (name server) edit file named.conf.local yang berada di directory /etc/bind/.
Pada distro debian, file konfigurasi bind terletak di directory “/etc/bind/”. File utama bind9 secara default sudah terkonfigurasi sebagai dns cache (resolver) pada waktu instalasi bind9 dengan nama named.conf .untuk membuat dns server (name server) edit file named.conf.local yang berada di directory /etc/bind/.
root@debiankelompok4~# vim /etc/bind/named.conf.default-zones
Tambahkan kedalam bagian paling bawah

Penjelasan:
·
Zone adalah statement untuk menyatakan zone, zone
yang pertama harus mempunyai nilai nama domain, misal
tkjsmkn1binangun.com
· Type menjelaskan apa tipe dari zone kita. Disini ada dua type
yaitu master dan slave. Jika type master file database langsung dari kita atau
kitalah server sebenarnya, sementara slave adalah server dns yang mengambil
database dari server lain.
·
File
menunjukkan apa nama file database yang tersimpan pada deklarasi directory
pada statement options.
·
Zone “20.168.192.in-addr.arpa” adalah zone yang memetakan ipke nama host, format penulisannya adalah “ip network dari belakang.in-addr.arpa” pada contoh diatas ip networknya adalah 192.168.20.0.
b. File pemetaan host ke ip address (zone file/forward dns)
File ini berisi pemetaan host name ke ip address, letak
penyimpanannya ada di “/etc/bind/” dan “/var/cache/bind/”. Dalam pemetaan file, lokasi penyimpanan
harus di perhatikan.
·
Menyalin Template Zone file ke file yang baru
root@debiankelompok4~# cp /etc/bind/db.local
/etc/bind/db.domain
·
Konfigurasi
zone file yang baru dibuat
root@debiankelompok4~# vim /etc/bind/db.domain

Penjelasan :
o
IN adalah standar untuk internet
o
SOA
(Start Of Authority), mengidentifikasikan authority untuk data zone.
o
Nama
host yang dimasukkan setelah SOA adalah host server DNS yang kita buat.
o
Tipe Record :
ü
NS :
Menunjukkan host dns server
ü
A :
Memetakan hostname ke ip address
ü
CNAME
: Membuat alias dari host yang sudah ada
ü
MX :
Menunjukkan host yang berfungsi sebagai Email Server
ü
PTR
: Memetakan ip address ke hostname
c. File pemetaan ip address ke hostname (Reverse Zone)
File ini
berisi pemetaan ipaddress ke host name, letak penyimpanannya ada di “/etc/bind/”
dan “/var/cache/bind/”. Dalam pemetaan file, lokasi penyimpanan harus di
perhatikan.
·
Menyalin
template reverse zone ke file yang baru
root@debiankelompok4~# cp
/etc/bind/db.127 /etc/bind/db.ip
·
Konfigurasi
zone file yang baru dibuat
root@debiankelompok4~# vim /etc/bind/db.ip

6. Restart Paket
Bind9
root@debiankelompok4~# /etc/init.d/bind9 restart
7. Mengecek kelasahan
Lakukan pengecekan dengan menggunakan fasilitas “ping, dig, host
atau nslookup”.
Untuk mengeceknya menggunakan nslookup gunakan perintah :
# nslookup nama domain nslookup tkjsmkn1binangun.com
# nslookup ip dns nslookup 192.168.20.1
Untuk mengeceknya menggunakan nslookup gunakan perintah :
# nslookup nama domain nslookup tkjsmkn1binangun.com
# nslookup ip dns nslookup 192.168.20.1
D. Instalasi
DHCP SERVER Di Debian
Program yang digunakan untuk membuat dhcp-server di debian adalah
dhcp3- server. Langkah – langkah instalasi dan konfigurasinya adalah sebagai
berikut:
1) Instalasi
Instalasi paket menggunakan
perintah
root@debiankelompok4~# apt-get install isc-dhcp-server
2) Konfigurasi
File DHCP
root@debiankelompok4~# vim /etc/dhcp/dhcpd.conf

Penjelasan :
Subnet, netmask dan broadcast diisi sesuai dengan konfigurasi
network komputer.
Range adalah rentang ip address yang akan di berikan kepada client. Option
domain-name-servers adalah ip address dari DNS-Server, sedangkan option
domain-name adalah nama domain pada DNS-Server.
3) Restart
Service DHCP
root@debiankelompok4~# /etc/init.d/isc-dhcp-server restart
4) Mengecek
DHCP server
Untuk mengecek hasil dhcp-server, atur ip computer client menjadi
automatic with dhcp/obtain an ip address automatically. Bila client mendapat ip
dari dhcp-server maka dhcp-server anda sudah jadi.
4.
PENYELESAIAN
1.
Open
Network and sharing center
- Pilih Chang adapter setting

- Pilih Virtual Host-Only Network

- Pilih Propertis

- Pilih Ipv4

- Centang yang Obtain an IP address automatically
dan Obtain DNS server address aoutomatically

- Pilih Detail

- Jika sudah YES semua maka. Tahap penyelesainan
sudah selesai.






















Pertamax
BalasHapusnggeh
BalasHapus