Cursor

Hello Kitty Clapping

Sabtu, 09 September 2017

contoh laporan konfigurasi debian smk negeri 1 binangun

LAPORAN PRAKTIKUM PENGINSTALAN,
PENGKABELAN, KONFIGURASI, DAN PENYELESAIAN
(DEBIAN SERVER)


DISUSUN OLEH :
Nama        : Leni Cahyani  ( 16 )
Kelas         : XI TKJ 2
NIS            : 056780





SMK NEGERI 1 BINANGUN
PROGRAM STUDI KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER
 DAN INFORMATIKA
KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
TAHUN PELAJARAN 2016/2017

1.      ALAT DAN BAHAN
1.Pc
2.Crimping tool
3.Gunting
4.Konektor Rj 45
5. Kabel UTP
6. DVD 1 Debian 8
7.DVD 2 Debian 8
2.       DASAR TEORI
A.      MENGENAL TEKS EDITOR VIM

 Sistem Linux menyimpan info-info konfigurasi dalam file-file teks. Untuk mengubah konfigurasi kita harus mengedit isi file-file teks ini. Karena itu satu komponen utama yang penting dipelajari adalah aplikasi-aplikasi editor teks yang tersedia di sistem Linux. Aplikasi editor teks sendiri tersedia sangat banyak, bahkan banyak pemrogram free software yang menulis aplikasi editor teks sebagai sarana berlatih menulis program. Salah satu aplikasi editor teks yang banyak digunakan oleh pengguna Linux adalah Vim. Vim merupakan editor teks yang sangat powerful, bahkan dapat dikatakan sebagai salah satu yang paling dihormati diantara berpuluh-puluh aplikasi editor teks yang tersedia karena berbagai keunggulannya. Vim sendiri merupakan pengembangan dari editor teks vi, yang merupakan editor teks klasik dengan sejarah hampir sama tuanya dengan sejarah Unix sendiri. Vim merupakan editor teks yang bersifat modus, artinya editor akan memiliki perilaku yang berbeda sesuai dengan mode yang sedang aktif saat itu. Pada vim terdapat tiga mode,
yaitu :
1.     Mode Normal (Mode Command)
    Digunakan untuk mengetikkan perintah – perintah vim. Mode normal merupakan mode default yang aktif saat vim dijalankan. Untuk mengaktifkan mode normal tekan tombol esc, sampai baris status di pojok kiri tidak menampilkan teks INSERT ataupun VISUAL.
2.     Mode Instert
    Digunakan untuk mengubah atau menulis isi file yang sedang diedit. Untuk mengaktifkan mode insert tekan tombol A atau I atau Insert.
3.     Mode Visual
   Digunakan untuk menandai/isi file yang diinginkan, yang nantinya akan di copy
atau di cut ke lokasi/file lain. Untuk mengaktifkan mode visual tekan tombol V.
     Pada jendela aplikasi vim, baris paling bawah merupakan baris status yang menampilkan berbagai informasi, seperti mode yang sedang aktif, nomor baris dan kolom dimana kursor berada. Informasi mode aktif akan ditampilkan pada bagian pojok kiri bawah aplikasi vim. Misalnya saat mode insert aktif, pada pojok kiri bawah akan tampil teks INSERT. Saat mode visual aktif, pada pojok kiri bawah akan tampil teks VISUAL. Saat mode normal aktif, pada pojok kiri bawah tidak menampilkan teks informasi apapun (kosong).
Perintah – perintah dalam vim :

B.       DNS SERVER

  Dns adalah bentuk database yang terdistribusi, dimana pengelolaan secara local terhadap suatu data akan segera diteruskan ke seluruh jaringan dengan menggunakan skema client-server.
Suatu program yang dinamakan name server, mengandung semua segmen informasi dari database dan juga merupakan resolver bagi client yang berhubungan ataupun menggunakannya.
  Struktur dari database dns bisa di ibaratkan dengan struktur file dari sebuah system operasi linux. Seluruh database digambarkan sebagai sebuah struktur terbalik dari sebuah pohon (tree) dimana pada puncaknya disebut dengan root node. Pada setiap node dalam tree tersebut mempunyai keterangan misalnya .org, .com, .edu, .net, .id dan lainnya, yang relative terhadap puncaknya ini bisa diibaratkan dengan relative pathname pada system file linux, seperti pada directory /bin, /usr, /var, /etc, dll. Pada puncak rooot node dalam sebuah system dns dinotasikan dengan “.”Atau "/” pada system file linux.
  Pada setiap node juga merupakan root dari subtree, atau pada system file linux merupakan root directory pada sebuah direktori. Hal ini pada system dns disebut dengan nama domain. Pada tiap domain juga memungkinkan nama subtree dan bisa berbeda pula, hal ini disebut subdomain atau sub directory pada sistm file linux. Pada bagian subdomain juga memungkinkan adanya subtree lagi yang bias dikelola oleh organisasi yang berbeda dengan domain utamanya.
Bind sebagai server dns
  Bind (barkeley internet name domain) adalah salah satu aplikasi server dns yang menjadi default aplikasi dns dalam semua distribusi linux. Paket bind berisi program server dns yang bertanggung jawab dalam merespon pernyataan client dns. Dalam penggunaan dns paket bind biasanya di iringi dengan paket dnsutils yang berfungsi sebagai tools yang digunakan dalam pengecekan dns.

C.       DHCP-SERVER (Dynamic Host Configuration Protocol)

   DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protocol yang berbasisi arsitektur client-server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat ip dalam satu jaringan. Sebuah jaringan local yang tidak menggunakan dhcp harus memberikan alamat ip kepada semua computer secara manual. Jika dhcp dipasang di jaringan local maka semua computer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat ip secara otomatis dari serverdhcp. Selain alamat ip banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh dhcp, seperti default gateway dan dns server.
Cara kerja DHCP
   Karena dhcp merupakan sebuah protocol yang menggunakan arsitektur clientserver, maka dalam dhcp terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client.
Ø  DHCP SERVER merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang dapat menyewakan alamat ip dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang memintanya. Beberapa system operasi jaringan seperti windows NT, Windows 2003 Server, GNU/Linux memiliki jaringan seperti ini.
Ø  DHCP CLIENT merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien dhcp yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan dhcp server. Sebagian besar sistem operasi klien jaringan sudah memiliki perangkat lunak seperti ini.





3.       LANGKAH KERJA
1.    MEMBUAT KABEL CROSS
a.    Potonglah ujung kabel UTP sehingga rata, lalu kupas bagian luar kabel / jaket pelindung kabel kira-kira sepanjang 2 cm dengan menggunakan pengupas kabel
yang biasanya ada pada crimping tool (bagian yang memiliki setengah lingkaran dan 1 bilah seperti silet dibagian seberangnya).

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQlLk4WD8C3uzcXIyBXbUQBnyIr3LBxM4vO9fMGZwzAIcprMk5N



b.   Uraikan secara berurutan pasangan-pasangan kabel tersebut.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgs1MJzMN3aYd-VPo0qsy1F5WHvY4PkGiDeWD11ij4ijOQjYsktykGKxLqShFMsAlCFgYcxe7gFS8UbZ6EfsIekefDq5B2v_nL1344aBosW6bwYFXUHkcL5XPWEA44CpcvVw0sewHcQjhit/s320/CARA+CRAMPING+KABEL+UTP_saribanun-09.jpg







c.    Pisahkan dan kelompokkan empat pasang anak kabel yang ada
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhW3BtJNd4sEkQuU8w6RvbrtCufaJ1G6Cp6NS5NP-ur4lfXkYlfczIp6ZSSUcXPstOX6fZ1JuFfUIMjj2jWxI7SFNLYA1andLA87Sx9TGKGBklllbZtl7AVaMjDeXyTOhlaZxg7vJxIVlMa/s1600/CARA+CRAMPING+KABEL+UTP_saribanun-08.jpg

d.   Pisahkan dan kelompokkan empat pasang anak kabel yang ada. Susun kabel sesuai dengan keperluan. Untuk ujung kabel A dengan susunan standar untuk kabel straigh dan ujung B dengan susunan standar kabel  Cross. Tarik sedikit semua kabel yang telah dikupas sementara tangan yang satu lagi memegang bagian kabel yang tidak terkupas. Kemudian susun kembali dengan cara memelintir dan membuka lilitan pasangan kabel. Pertama kita akan susun kabel ujung A.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibnUuSfA2U0j9THAqpQV3c9U72Ybs-IMw1MDm9oUqDs_l-NBqqCg5jydqWjC4yXLhOwybDWhk_a2B7hB1pUe9_QG4g4JvhfL2brd6CT4PTHOVFfUzWOCVEwjp0n8lebfocCwguz0krJ3Pd/s320/CARA+CRAMPING+KABEL+UTP_saribanun-10.jpg






e.    Rapikan susunan kabel dengan cara menekan bagian yang dekat dengan pembungkus kabel supaya susunan kabel terlihat rata.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhIyJiyrqL_HrYfr7fDX4NVxaLl4T59RR9Bx1TncaAL67X9qFo1KyWrTLegJxgjvKrqDifhHlvJOX0p80WEwZs5kGvMr96P8H3CSxW8Flus0w6N-E6XWQ57HzCh8AbIeo__RcwBA9P0J3d/s320/CARA+CRAMPING+KABEL+UTP_saribanun-11.jpg


f.    Potong ujung-ujung kabel yang tidak rata dengan pemotong kabel (bagian yang hanya memiliki satu buah pisau dan satu bagian lagi datar pada crimp tool adalah pemotong kabel) sampai rapi. Usahakan jarak antara pembungkus kabel sampai ujung kabel tidak lebih dari 1cm.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLVsoZp-zz8JeyjMf6UMOELhe-bmzVBOYbw-InOncQgCz_l9Oko0Zs3Q9VKAiuOtTLVAbbyyYsRSJU82nBIU8iFHiDTlbcHm62Wu_CTnRmDvd0MS3INHPJB6ez2u6rsIxhrnZWskym63xg/s320/CARA+CRAMPING+KABEL+UTP_saribanun-12.jpg






g.   Dengan tetap menekan perbatasan antara kabel yang terbungkus dan kabel yang tidak terbungkus, coba masukan kabel ke konektor RJ-45 sampai ujung-ujung kabel terlihat dibagian depan konektor RJ-45. Kalau masih belum coba terus ditekan sambil dipastikan posisi kabel tidak berubah.      
           https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvcN5PPttBAhyphenhyphen0nZeqQYqHHVal1gDn5O-GX8Om1JeslgASkSutlpVtTLVXte-FKTyHEfZ3JFgqumZ_vEvDKXIpeFCyAKBNSZpRFyHV5nHUW8FxaiT1QAmm056U_vRtcPmRkWNg9yxwYZG2/s320/CARA+CRAMPING+KABEL+UTP_saribanun-13.jpg           https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyjDAbKed-6130fjKF_Sd6Ct0NGqda-h2SCmRHjzB8-IKH7m_lLQYGOJLIl3aRSlUd5vCZPZMVy3lEFNV6AHO1tbCzSnx1wAi9gCm5l8VOrJiGsGwWCsROOIxxCeGcE7Z498mTufd9l88h/s320/CARA+CRAMPING+KABEL+UTP_saribanun-14.jpg

h.     Setelah yakin posisi kabel tidak berubah dan kabel sudah masuk dengan baik ke konektor RJ-45 selanjutnya masukan konektor RJ-45 tersebut ke crimp tool untuk di pres. Ketika konektor dalam kondisi di dalam crimp tool, pastikan kembali kabel sudah sepenuhnya menyentuh bagian RJ-45 dengan cara mendorong kabel ke dalam RJ-45. Pastikan juga bahwa bagian pembungkus kabel sebagian masuk ke dalam konektor RJ-45.       

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3cHytMO6IZ624GwUfZYqDxdNRODULtqrTn8n5JMstcbFToI2AB4FSBvwJbQJcUF8FtESFFMIBynP70YofCjbp_6xUkt78oEn8i1F4AWpv4zbn2338ZGE0646CdIV57xl8a9uAi1dyfV0z/s320/CARA+CRAMPING+KABEL+UTP_saribanun-15.jpg




i.        Kemudian anda bisa menekan crimping tool sekuat tenaga supaya semua pin RJ-45 masuk dan menembus pelindung kabel UTP yang kecil.Apabila kurang kuat menekan kemungkinan kabel UTP tidak tersobek oleh pin RJ-45 sehingga kabel tersebut tidak konek. Apabila pembungkus bagian luar tidak masuk kedalam konektor RJ-45, dan apabila kabel tersebut sering digerak-gerakan, kemungkinan besar posisi kabel akan bergesar dan bahkan copot.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_xq-VfrNYRCd6aD5IiPWjEVpEuYLeYqSMF_3-0tZ4z_px3S2kImk3oeIBDVO1cOTJpsoSbpjzkCzUV-eVzHq6dwX5aRp4lPQu69iWU-EUEd-eKfSj05dQveSn6NyT7tZ_l_Ix-sUVNOyl/s320/CARA+CRAMPING+KABEL+UTP_saribanun-16.jpg
j.       Ujung kabel A sudah selesai.
k.     Lakukan langkah-langkah di atas untuk ujung kabel B tetapi dengan urutan kabel Cross.


l.       Apabila sudah yakin memasang kabel UTP ke RJ-45 dengan kuat selanjutnya
adalah test dengan menggunakan Cable Tester untuk memeriksa fungsionalitas
dan kualitas kabel yang barusan dibuat jika berhasil maka indikator lan terter akan menyala dengan kode 3, 2 – 6, 3 – 1, 4 – 4, 5 – 5, 6 – 2, 7 – 8, 8

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAmdNLyF3jXq1RsjIQzucYhUZeIvX02qaCPrWXCzWOuq4BvYl7S2nO6IJJG-uS1j3OspnMAWI5Dnbd4bRwDoRDpJJO53rTWE5CxI2fYmNK7T5eobwUMp96tD1sWA7HTnPocNqr2idcI40/s320/tes_dengan_lan_tester2+copy.jpg

m.   Crimping Selesai.



2.       INSTALASI DEBIAN 8. X (JESSIE)


-        Lakukan booting dari CD-DVD ROM drive sebagai First Boot device
-        Masukan CD/DVD installer Debian Squeeze kedalam CD-DVD-ROM drive
-        Save dan exit



          


-        Berikutnya anda akan diminta pemilihan bahasa untuk proses instalasi, silahkan pilih bahasa yang anda inginkan kemudian ENTER


 


-        Pilih ya untuk konfirmasi bahasa yang dipilih

      


-        Berikutnya adalah pemilihan country atau area anda berada, karena kita berada di indonesia pilih Indonesia


-        Kemudian pemilihan jenis keyboard































-        Ketika Sedang Konfigurasi DHCP tekan ENTER untuk membatalkan. Karena akan mengkonfigurasi Ip Address secara manual

-        Pilih Jangan Mengatur Jaringan Saat Ini



-        Berikutnya adalah pemberian nama hostname

     


-        Setelah Pemberian Nama Hostname, Masukan kata sandi dan verifikasi kata sandi

-        Masukan Nama Pengguna Baru
           


-        Masukan kata sandi untuk pengguna baru
-       

Pilih zona waktu
-       

Motede Partisi Pilih Manual
-       

Pilih Harddisk yang akan di partisi
-       

Konfirmasi tabel yang akan dipartisi


-       

Enter pada ruang kosong, Kemudian Klik Buat Partisi Baru
-       

Untuk Partisi pertama kita buat untuk titik kait / (root) , Pilih Primer -> Lokasi Partisi Awal

-       

Pastikan titik kait benar, Selesai Menyusun Partisi

-        Untuk partisi selanjutnya ukuran partisi menyesuaikan. Untuk partisi selanjutnya titik kait ubah menjadi /home

-       

Selanjutnya untuk partisi ruang swap

-        Pada Bagian Gunakan Sebagai ganti menjadi ruang swap

-        Jika sudah semua tekan Enter pada Selesai mempartisi dan tulis perubahan kehard disk









-        Tulis Perubahan yang terjadi pada hardisk pilih YA
-        Setelah Itu biarkan proses berjalan

           

           

-     Pada bagian dibawah ini centang semua dengan menekan space (spasi) dikeyboard sehingga tidak ada yang tercentang










3.       KONFIGURASI

A.  MENGGUNAKAN TEKS EDITOR VIM

  Karena disaat menginstall debian tidak disertakan teks editor vim, maka anda harus
menginstallnya terlebih dahulu. Berikut cara memasang teks editor vim:

Untuk Paket VIM tersedia di DVD-1
- Masukan DVD-2 Dengan Cara :
root@debiankelompok4~# apt-cdrom add
- Perintah untuk Menginstal vim :
root@debiankelompok4~# apt-get install vim
- Konfigurasi VIM
root@debiankelompok4~# vim /etc/vim/vimrc
        Hilangkan tanda # didepan syntax on

- SIMPAN DAN KELUAR ( :wq )
-  
B.  Konfigurasi Network

   Semua peralatan yang terhubung ke jaringan computer, membutuhkan alamat khusus yang disebut Ip Address. Agar semua peralatan tersebut dapat berhubungan satu sama lain. Oleh sebab itu, Network Interface Card tidak akan berarti apa-apa, jika Ip Address pada interface tersebut tidak diset terlebih dahulu. Untuk mengeset ip address gunakan beberapa langkah berikut:
a.      Konfigurasi File Network Interface
root@debiankelompok4~# vim /etc/network/interfaces
#Melakukan Konfigurasi secara manual untuk interface ethernet
Perhatian : Nilai ip address dan temannya disesuaikan dengan kondisi. Ip addr, netmask, gateway, dan broadcast harus dalam satu jaringan.
b.     Simpan Lalu Restart Network
root@debiankelompok4~# /etc/init.d/networking restart
c.      Pengecekan
root@debiankelompok4~# ifconfig
















C.    Instalasi DNS di Debian
4.     Install paket dns dengan menggunakan perintah
root@debiankelompok4~# apt-get install bind9 dnsutils
5.     Konfigurasi Bind9
Dalam konfigurasi bind9 ada tiga jenis file yang harus kita konfigurasi, yaitu :
a.      Konfigurasi file server bind9
Pada distro debian, file konfigurasi bind terletak di directory “/etc/bind/”. File utama bind9 secara default sudah terkonfigurasi sebagai dns cache (resolver) pada waktu instalasi bind9 dengan nama named.conf .untuk membuat dns server (name server) edit file named.conf.local yang berada di directory /etc/bind/.
root@debiankelompok4~# vim /etc/bind/named.conf.default-zones
Tambahkan kedalam bagian paling bawah
Penjelasan:
·       Zone adalah statement untuk menyatakan zone, zone yang pertama harus mempunyai nilai nama domain, misal tkjsmkn1binangun.com
·       Type menjelaskan apa tipe dari zone kita. Disini ada dua type yaitu master dan slave. Jika type master file database langsung dari kita atau kitalah server sebenarnya, sementara slave adalah server dns yang mengambil database dari server lain.
·       File menunjukkan apa nama file database yang tersimpan pada deklarasi directory pada statement options.
·       Zone “20.168.192.in-addr.arpa” adalah zone yang memetakan ipke nama host, format penulisannya adalah “ip network dari belakang.in-addr.arpa” pada contoh diatas ip networknya adalah 192.168.20.0.
b.     File pemetaan host ke ip address (zone file/forward dns)
      File ini berisi pemetaan host name ke ip address, letak penyimpanannya ada di     “/etc/bind/” dan “/var/cache/bind/”. Dalam pemetaan file, lokasi penyimpanan harus di perhatikan.
·       Menyalin Template Zone file ke file yang baru
root@debiankelompok4~# cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.domain
·       Konfigurasi zone file yang baru dibuat
root@debiankelompok4~# vim /etc/bind/db.domain
Penjelasan :
o   IN adalah standar untuk internet
o   SOA (Start Of Authority), mengidentifikasikan authority untuk data zone.
o   Nama host yang dimasukkan setelah SOA adalah host server DNS yang kita buat.
o   Tipe Record :
ü  NS : Menunjukkan host dns server
ü  A : Memetakan hostname ke ip address
ü  CNAME : Membuat alias dari host yang sudah ada
ü  MX : Menunjukkan host yang berfungsi sebagai Email Server
ü  PTR : Memetakan ip address ke hostname
c.      File pemetaan ip address ke hostname (Reverse Zone)
  File ini berisi pemetaan ipaddress ke host name, letak penyimpanannya ada di “/etc/bind/” dan “/var/cache/bind/”. Dalam pemetaan file, lokasi penyimpanan harus di perhatikan.
·       Menyalin template reverse zone ke file yang baru
root@debiankelompok4~# cp /etc/bind/db.127 /etc/bind/db.ip
·       Konfigurasi zone file yang baru dibuat
root@debiankelompok4~# vim /etc/bind/db.ip
6.     Restart Paket Bind9
root@debiankelompok4~# /etc/init.d/bind9 restart
7.     Mengecek kelasahan
Lakukan pengecekan dengan menggunakan fasilitas “ping, dig, host atau nslookup”.
Untuk mengeceknya menggunakan nslookup gunakan perintah :
# nslookup nama domain nslookup tkjsmkn1binangun.com
# nslookup ip dns nslookup 192.168.20.1












D.  Instalasi DHCP SERVER Di Debian
Program yang digunakan untuk membuat dhcp-server di debian adalah dhcp3- server. Langkah – langkah instalasi dan konfigurasinya adalah sebagai berikut:
1)     Instalasi
Instalasi paket menggunakan perintah
root@debiankelompok4~# apt-get install isc-dhcp-server

2)     Konfigurasi File DHCP
root@debiankelompok4~# vim /etc/dhcp/dhcpd.conf
Penjelasan :
Subnet, netmask dan broadcast diisi sesuai dengan konfigurasi network komputer. Range adalah rentang ip address yang akan di berikan kepada client. Option domain-name-servers adalah ip address dari DNS-Server, sedangkan option domain-name adalah nama domain pada DNS-Server.
3)     Restart Service DHCP
root@debiankelompok4~# /etc/init.d/isc-dhcp-server restart
4)     Mengecek DHCP server
Untuk mengecek hasil dhcp-server, atur ip computer client menjadi automatic with dhcp/obtain an ip address automatically. Bila client mendapat ip dari dhcp-server maka dhcp-server anda sudah jadi.



4.       PENYELESAIAN
1.       Open Network and sharing center
  1. Pilih Chang adapter setting
  1. Pilih Virtual Host-Only Network



  1. Pilih Propertis
  1. Pilih Ipv4







  1. Centang yang Obtain an IP address automatically dan Obtain DNS server address aoutomatically
  1. Pilih Detail


  1. Jika sudah YES semua maka. Tahap penyelesainan sudah selesai.


2 komentar: